Monday, February 2, 2009

Stasiun Cibadak - Sukabumi

Sekuel terakhir perjalanan kemarin hari. Stasiun Cibadak dan Sukabumi, dua-dua telah berbenah, masih menyisa bau cat baru dan keramik yang mengkilap. Walau belum sesering seperti dulu, ucap selamatku untuk perusahaan kereta negara yang telah mengaktivasi jalur bogor-sukabumi ini kembali.

Penanggalan masehi tahun duaribu delapan menunjuk pada bulan januari, berangka 24. Dua hari menjelang pergantian tahun untuk penanggalan cina. Hendak menjadi 2560. Harinya adalah sabtu. Tempo-tempo seperti ini wajar jika adrelanin meninggi hendak memotret ritual dan tradisi pecinan. Pilihan yang rumit adalah tempat. Beberapa perjalanan fotografi yang telah dilakukan di beberapa sabtu di masa lalu rupanya mengarah pada jalur kereta api Bogor - Sukabumi. Dimulai dari Stasiun Bogor, Stasiun Batutulis, Stasiun Cigombong, Stasiun Parungkuda. Maka, sebetulnya tinggal beberapa titik stasiun lagi, maka telah lengkap perjalanan meniti jalur kereta ap i Bogor-Sukabumi (yang kini telah diaktivasi lagi oleh peusahaan kereta negara). Dengan menapak Sukabumi, maka ujung perjalanan sudah tuntas. Dengan bantuan mesin google, satu Vihara Widhi Sakti ditemukan dan segeralah kami kesana memotret.

Canon 5D, 16-35. Bersama kamerad Igor F. Firdauzi dan Rizal I. Sjahid saja, sebab yang lain berhalangan ikutan atau memilih mengikuti prosesi di tempat lain.











4 comments:

Eki said...

Betul-betul menghentak - Ukuran dan subjeknya.

Sudah saya link, bung Evo.

Kalo mau link ke JF silakan. Pakai alamat yang muncul di browser saja.

http://jagat-fotografi.blogspot.com/

Unknown said...

itu anak, kok bisa-bisanya main layangan di situ, benar-benar urban surrealis

Cinta Nabilla's e-Journal said...

itu foto aslidi statsiun cibadak?? ko rada bagusan ya?? hahahahahha
padahal rumah tgl jalan kaki ke sana, tapi semenjak di non aktifkan ga tau taun berapa dulu, da pernah lagi nginjek tu statsion..

Anggadipa wijaya said...

Rumah papiku dulu di kebon randu CIBADAK. Di depan rumah papi ada bangunan SD. Tak jauh dari rumah papi ada RSJ Palamaarta(?) Di belakang rumah terbentang aliran sungai plus gunung yang indah. Kalo ada kereta api lewat terlihat seperti ular berasap.....saya lupa nama sungai dan gunungnya. Terakhir saya ke sana taun 70an. Saya terkenang indahnya. Masihkah seperti itu??